A Letter to Reality – Sebuah Surat untuk Kenyataan
Published by Sylvia Giacinta June 15th, 2006 in Uncategorized. 0 CommentsHai Kenyataan, apa kabar?
Maaf banget ya selama ini aku menghindari kamu. Kamu tahu kan kalo aku suka sama Mimpi. Kamu tahu lah, dari luar dia kelihatan oke banget, pokoknya bakal seru deh kalo sama dia! Aku rasa, kalo dapetin dia, itu bakal jadi pencapaian yang sangat bagus.
Aku terpikat sama janji-janji surga dia, pikiran aku kabur karena bayangan-bayangan tentang hal-hal indah yang dia tawarkan. Aku bener-bener jadi buta dan melupakan kamu.
Padahal kamu selalu ada di sana, menungguku lepas dari Mimpi, dan menuntunku ke masa depan..
Aku sebenarnya sadar, Kenyataan. Tapi maaf, aku terus menghindar. Aku masih berharap pada Mimpi. Konyol sekali ya?
Aku juga takut kalau kamu akan menyakitiku.. Yah begitulah, aku agak-agak trauma.
Tapi sekarang tidak lagi, Kenyataan. Aku sudah siap menerima kamu. Aku juga sudah minta Papi buat memanggil aku kalau kamu datang. Aku minta Papi supaya memperingatkan aku untuk selalu siap-siap kalau-kalau kamu datang.
Papi memang baik sekali terhadapku ya?
Kali ini aku yakin tidak akan salah pilih : menerimamu, Kenyataan..
Berhubung dah capek ngetik di k0mpie, p0st ini sbelonnya diketik dl di henp0n saya jem stgH 2 pagi.
Pers0naLLy i reaLLy Like diz 1.. =)
edited on computer @ 140606
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


0 Responses to “A Letter to Reality – Sebuah Surat untuk Kenyataan”
Leave a Reply