Archive for April, 2006

kau tak di sini..

Kalau kau sudah tak ada di sini,
entah apa yang akan kurasa.
Merajut hari diteman sepi
tak kubayangkan dan bukan citaku.
Aku inginmu
dengan segala yang ada padamu
Tak peduli, ku hanya ingin kau.
Menunggu dalam kelam
Tak jelas semua
Ingin kutepis semua kabut
tapi akankah kau biarkan?

I’m back.. from the grave. hehehehe

Whoa. Akhirnya sudah selesai semua.
Setelah 3 hari habitat gw ada di rumah duka (sebagai penerima tamu a.k.a resepsionis), gw udah kembali di depan kompi gw tercinta. Tepatnya di depan LCD monitor gw sih.
Segala macem prosesi dah gw lewatin. Prosesi yang supeerrr ruwet. Ruaaarrrr.. biasa deh ruwetnya.
Dari mau tutup peti aja dah ruwet. Ada yang musti suapin kucong (yang notabene udah jadi jenazah) pake nasi, trus masukin mutiara ke mulutnya. Yang ini gw ga terlalu tau sih soalnya gw ngendon di rumah aja, disuruh jaga rumah. Hiks.
Terus waktu jenazah udah disemayamkan, mulai deh bakar2an. Hehe. Bakar2 kertas2 yang katanya sih buat jadi duit di akhirat sono. Selain itu disiapin juga rumah2an, mobil2an, meja2an, kulkas2an, televisi2an, ah gitu2 deh pokoknya! (nanti barang2 ini dibakar waktu pemakaman, katanya ya buat bekalnya juga nanti)
Udah gitu ada acara doanya. Berhubung kucong gw menganut agama Budha (katanya sih aliran Konghucu. Tapi bukannya Konghucu itu agama? Ah ngga ngerti ah), jadi ya kita melewati berbagai prosesi agama Budha. Gw sih ga ikutan, cuma dengerin aja orang2 yang nyanyi-nyanyi (iya, nyanyi) doa-doa mereka. Ga ngerti apa-apa. Hihi. Acara doa-doa ini ampe 3 kali kalo gw  ga salah inget.
Tapi gw agak bingung sih ama prosesi pemakaman ini. Rasanya kok ada percampuran adat. Antara adat Budha, Cina, dan adat tradisional Indonesia sendiri. Mungkin antara adat Budha dan Cina masih nyerempet2 ya.. Tapi kalo untuk urusan meletakkan dua boneka “penjaga” (yang dikasih nama Surti sama Leman) di samping peti, bukankah itu adat Indonesia sekali?
Apa ngga yah? Tauk ah.
Yang paling seru adalah acara “tebar bibit” sebelon peti ditanam ke dalam tanah.
Gw kurang ngerti deh objektif acara ini, tapi yang jelas, waktu itu ada orang2 berlutut di depan lubang, terus seorang pemimpin acara lempar2in bibit jagung ama apaaa gitu beserta uang-uang logam sambil ngomong2 dalam bahasa Cina Hakka (kayaknya), dan kita yang berlutut “menampung” barang2 yang dilemparin itu pake baju kita.
Iya, baju. Jadi bajunya dilebarin gitu ke depan. Terus bibit2 yang tertampung di baju dikumpulin, nanti waktu hari ketiga ditaburin di makam. Terus uang-uang logam (@ Rp 25,-. Masih ada ya jigoan jaman gini?? Baru tau loh gw) dikumpulin dan disimpen.
Guess what? Gw yang paling banyak dapet uang logam. Dapet 7 keping bow. Yang lain Cuma dapet 1, paling banter 4. Gw dapet 7. Gile kan.
Katanya sih banyaknya keping logam ini menunjukkan kekayaan yang bakal kita punya nantinya. Huahauhauahu.
Yang paling kasian di acara pemakaman ini adalah istri kucong gw. Dia ga boleh ikut pemakaman. Sama nyokapnya kucong juga ga boleh. Katanya sih adatnya begitu.
Sedih ya, ga bisa ngeliat pemakaman suami karena adat.. Ato mungkin adat itu sengaja dibikin supaya istri/nyokapnya ga histeris waktu pemakaman?
Mungkin aja kan.
Sebenernya sih hal ini belon selesai2 amat. Biasa, nanti kita musti balik lagi waktu 100 hari dst.
Sekian saja berita pemakaman ini. Hehe.

Anyweisss, gw lagi bingung ama tugas wicara gw. Mau apa ya? Gw sih dah mikir bwt reportase tapi kok masih ga yakin. Ada juga yang bilang monolog aja. Tapi gw kurang ngerti monolog kayak gimana, gw juga ga yakin apa standar penilaian monolog, jadi gw rasa itu langkah berbahaya bagi gw. Kalo reportase ato presenter gitu kan gw dah tau lah apa aja sih yang dinilai. Palingan clarity, fluency, intonation, gitu2 lah. (kok pake bahasa inggris ya??)
Tauk ah. Bingung. Ada ide gaaa?

Obituari

Requiescat in Pace

Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yohanes 11:25)

Telah Berpulang ke Rumah Bapa di Surga

TONY
(Ah Thung)

pada hari Senin, 10 April 2006, di Rumah Sakit Satyanegara Sunter

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Jelambar, Jl. P. Tubagus Angke No. 49, Jakarta Barat.

Kami yang mengasihi :

Istri : Suniarty

Anak :
Thomas Americho
Febricca

beserta segenap famili dan sanak saudara

dan tentu saja saya sendiri, Sylvia, beserta seluruh anggota keluarga inti saya…

Rest in peace, kucong……….
Maybe this is your best way…

and how about me??
Let’s not think about it now..

Tickle: Tests, Matchmaking and Social Networking

Tickle: Tests, Matchmaking and Social Networking: “Sylvia, you have an unusually strong psychic talent in the area of Precognition

This means you have an uncanny ability to look into the future and anticipate what is going to happen. By knowing something’s going to occur, you can even change the outcome of events for the better.

Sylvia, our in-depth analysis also shows you have other hidden psychic strengths including retrocognition (the ability to know what has happened in the past), telepathy (the ability to sense people’s true thoughts) and clairvoyance (the ability to see the unknown). ”

hahahahaaa.. keren nih..
sebenernya gw dah lama bikin ni tes..

Me and the fucking slut!!!

That fucking bitch.
I really wish I hadn’t known her before.
But the pathetic fact is, she was a close friend of mine. Gee. Now I wonder why could I be so stupid.
Who’s the biatch?? Not gonna tell you any name, but my ex-boyfriend surely knows. (yo, siaaalll! Harusnya aku percaya kata2 kamu. Sebel.)
It’s not that she’s doing a bad thing to me. But seeing her around, mocking people with that artificial smile and that fake attitude really freaked me out!
And the way she’s asking other people to do her stuff, even the tiny stuffs, made me go “Whoa? Who are you, bee-yatch? A princess or something like that, eh?”.
This is that bitch :
(the face has been removed for the sake of ethic codes)
*gee do i hav to follow the ethic codes for this bitch,anyway?*
Image hosting by Photobucket

photo taken in some cafe in Central Jakarta. Er, is it central Jakarta? Is the Wahid Hasyim road located in Central Jakarta. Gee I dun know. And who cares!
Anyway, I was there, with her and my classmates for a photoshoot.
(gaya banget ngomongnya. photoshoot bow)
I mean, a photoshoot for our yearbook.
And the theme was cafe. Bahasa Indonesia : ngafe. Hahaah. So we wore outfit as if we were going to hang out together in the cafe. Anyway, the photoshoot went rite.
And guess what was this biatch wearing? Arh. It’s just so not cafe. Okay, I’m gonna explain that. Keep on track and turn on your imagination mode.
Okay, the top was a black tanktop, with that rock-kinda-thing pattern. I forgot how exactly it looked like, but I think it was a bit like a rockband’s logo. Or something like that. Okay, summarize it up, the top was a “rocky” black tanktop.
On her neck he put on a scarf. I dunno if you can see it at the photo. Go see it. Got it? Well it was a grey scarf, with black spots on that. It made me recall Jackie Onassis. Hahaha. You know, that widow of John F. Kennedy who married Aristotle Onassis. But this bitch here didn’t look like that stylish Jackie, in case she was trying to. Faaaarrr from Jackie.
Okay, a “rocky” black tanktop with a grey dalmatian scarf. Hmm… Got the piccha? Imagine it… Dang.
How about the bottom part? Hmm.. What do you think it should be?
Oh well guys, she wasn’t wearing a pair of short-short pants or a pair of hotpants, actually. But still, it looked… Amusing for me.
She wore… A bohemian-look long white skirt.
arh. For goodness sake.
And I’m not continuing this because I’m not a goddamn fashion reviewer or… Arh. Whatever the word for that.

So, listen to me closely how could I be so mean to call her “bitch”.
She was the one girl in the school retreat on puncak who made the statement  : “Gua sih ga mau loh kebanyakan kontak fisik ama cowok gw kalo dah jadian nanti. Gw rasa, kita kan harus selalu menjaga diri sendiri.”
English translation : “I won’t do a lot of physical contact with my later boyfriend. I think we need to take care of our body.”
Why did I translate that, btw? Like there’s any non-Indonesian speaking peepz who read my blog.
Ah, anyway.
That statement made the girls go “Whoa. I wanna be like you. I wanna have a principle like you do.”
Oyea. Please note. Except me.
Yea yea. Whatever.

But then after she (finally) broke up with his super kind boyfriend, his ex-boyfriend came to me and say : “Do you wanna hear a story, Vi?”
“Yea, what story?”
“I’ll tell you in the sms.”
“Rite then.”
Okay, i wasn’t talking in English but yeah. Who cares.
And do you know what that nice guy said?
He said that he had made out with that fucking slut.
Make out. Touching each other’s “thingy”, caressing, kissing, should I get the details for you here?
And that guy told me all the stories. Hahahaha. The story in the fitting room (fucking shit! Fitting room?? Puh-Leez find any other nicer places will ya??)
The story in an internet cafe (warnet). *another shit* . In the cinema (okay, I’ll tolerate this one). And many others.
And she’s that i’m-so-naive-and-i-wanna-keep-my-body girl who said she would keep her body from a guy’s touch? D~uh. Tell me then.
And what’s more shocking is the next next story. One day, her ex-boyfriend sms me.
“Vi, tmpt makeout yg enak dmn ya?”
Ha? I was shocked.
“Mank u mo make out ma sapa?”
“Ama si XXXXX. Dia yang ngajakin.”
Whaattt? That fucking shitty i’m-so-next-door-girl slut asked to have a make out?
Do I have to make it more obvious?
(anyway, he didn’t go for it)
And this is a hilarious one.
One day, the poor ex-boyfriend approached me.
“Wank, gw mau ngasih liat elo sesuatu. Sms dari dia. Sebelon gw apus neh.”
“Hah? Boleh boleh.”
Then I got that cellphone and read it.
And I just wanted to vomit.
It was like this : (i don’t remember all of it, this is all I’ve got)
“Bygkan kita berdekatan sayang.. Kaki kita saling bertaut.. Kita berciuman sayang. Udara menjadi panas.. Panas sex, sayang… Aku merasakanmu dan kau merasakanku…” And the blah and the blah and the blah. WHATEVee!”
Eeewwhh. The first thing I shouted after I finished reading was “Corny!”.
I did say corny. The English word. Corny. Bahasa Indonesia : Norak, basi.
It’s just so.. Eeeewwwhh.
Do you want something more hilarious?
Okay, another question from the ex-boyfriend.
“Syl, mank slaput dara ada di mana sih?”
I explained to him.
“Ngga bisa ya kalo ML ga ditembus?”
“Hah? Maksud lo?”
“Itu si XXXXX ngajakin simulasi ML (making love, in case you forget). Tapi gw ga mau bikin dia ga virgin lagi.”
Oh well. Just in case you think that asking for a make out ain’t enough yet.

Argh. I’m gonna stop. You know what, writing this stuff made me go EeeewWwwwWWWhhhHhhHhhhHhhh…………
I think I want to vomit now.
Ciao for now!

***hhhuuuuuueeeeekkkkkkkk***
*sylv muntah di kejauhan*

oya anyway the story about this bitch haven’t finished yet. But I don’t wanna continue. Unless you want me to. Anyone wants more story bout that bee-yatch??

what did i wanna be… what do i wanna be..

Yeah.. ini ngomongin tentang cita2. Jadi terinspirasi nulis ini setelah ngeliat blog indra.
Hmmm…. I wonder what did I wanna be.
My long time dream was to be a teacher. Really. Bener. Serius.
Mulia banget ya? hehe. Gw ga tau kenapa gw mau jadi guru. Mungkin karena gw suka ngajarin orang?
Abis itu, waktu smp, gw pengen jadi pemusik. Appreciation gw terhadap musik mang lagi pada puncaknya banget pas gw smp. Maen piano, mencoba (dan gagal) maen gitar, mencoba (dan gagal lagi) bikin musik, dll deh.
Dan seiring jalannya waktu, ilang begitu aja.. Musik cukup jadi penenang gw saat sepi. Gw ngerti banget, kalo mau serius di musik, itu a big gambling. Kalo lo emang jago, lo bisa sukses. BISA, bukan pasti. Dan untuk bisa bener2 sukses, itu ga gampang. Kalo dah ga sukses, mo jadi apa?
*aeh, bisa jadi guru musik yak. Kenapa ngga*
abis itu.. Pengen jadi apa ya? Gw pengen jadi penulis. Cieh. XD yang ini sudah tercapai lewat blog ini. hehe. Tapi seiring sibuknya sayah, yaa itu terbengkalai lagi deh mimpinya…
Sekarang gw pengen jadi apa ya?
Ga tau juga deh.
Gw kan dah bilang pengen masuk bisnis, dan nanti setelah selesai mau bikin restoran. Idenya original dari gw dan ga bakalan gw post di sini, takut dicolong idenya, hehehe.
Gw sempet mau masuk IT, tapi yah.. Ngeliat temen gw yang baru lulus IT tapi malah mau kerja jadi marketing communication. Yaelah..

Tapi still, sebenernya gw masih ragu..
Itulah kenapa gw naroh poll di blog gw waktu itu..
gw ga bisa ngeliat ke dalam diri gw sendiri.
Gw suka terlalu banyak hal.
Sampe gw ga bisa milih yang mana yang harus gw jalanin.
Huhu. gw teringet sama kata2 koko gw yang nempel banget..
“Jack of all trades would never be a master in a job”

eh tolong dong kawan semua, saya harusnya jadi apa siH? menurut kalian aja…

makasih.. saya tau post saya ini endingnya beda sama punya indra. good for him, for had found what does he wanna do..

oya, untuk sedikit ngasih gambaran, saya itu orangnya :
-procrastinator
-bisa kerja dikejar deadline
-bisa kerja under pressure
-kerja terus di belakang meja, ok. Mau kerja ketemu orang juga ok. hehe.
-(katanya sih) jago ngomong. Ato jago bullshit. Ato jago kongtay. Whatever.
-apresiatif terhadap seni, terutama musik. (yah kalo seni rupa sih gw kurang ngerti.. hehe)
-mau belajar, and a fast learner. Guaranteed.
-reading maniac. jadi kalo disuruh baca buku, oke ajah! apalagi disuruh review. Okeh!
-santai, tapi bisa serius

halah! saya pengen direview ama psikolog deh. ada ga sih blogger yang psikoloG?? Kenalin donk..

dunia itu sempit! percayalah…

Iya, percayalah. Apalagi saya dengan seseorang yang namanya males saya sebutin lagi soalnya di post sebelonnya dah ada namanya. Liat aja ke bawah.

Ampun deh. Bezbud dia sebenernya gw kenal.. Kita pernah ketemu (pasti pernah!) tapi masing2 ga tau..

dan tolong deh. kenapa juga jem segini di belakang rumah masih ada yang berkaraoke ria? Astaga.

Jakarta sempit amat.

Lingkaran Setan??

Kata droo, gw dah masuk ke lingkaran setan.
Dan sekalinya masuk, bakal susah keluar.
Walah.