My Grey World

23 Feb, 2006

Resensi - Kau Nodai Cintaku

Posted by: sylv In: Uncategorized

***Note***
as the warming-up, gw post dulu resensi gw waktu kelas 2 SMA. Biasalah, tugas sekolah. And sorry I haven’t got the cover snapshot of this book because i couldn’t find it anywhere… Y’all are very welcome to give comments… In fact, I’m waiting for it. And wait for my next book review. The title : Lingkar Tanah Lingkar Air

Cinta, Haruskah Selalu Indah?
Terkadang menodai cinta adalah pilihan…

Judul buku : Kau Nodai Cintaku
Jenis : Novel
Penulis : Haris del Hakim
Editor : Shivaelhany
Penerbit : Manyar Media
Marketing : Cupid Distributor
Tebal buku : 209 halaman
Ukuran : 21,2 cm x 13, 8 cm
Harga : Rp. 27.500, 00

Wibi dan Silvia, dua insan muda yang saling mencintai terpaksa berpisah karena ayah Silvia yang seorang kyai tidak sreg dengan Wibi yang hanya berprofesi sebagai penulis honorer dan berasal dari keluarga petani biasa. Akhirnya Silvia memutuskan untuk melanjutkan studi di Amerika sedangkan Wibi menjadi seorang kepala sekolah yang disegani di desa kelahiran Tamtomo, sahabatnya, tak jauh dari desa tempat tinggal Silvia. Beberapa tahun kemudian, Silvia pun kembali ke tanah kelahirannya dan meminta Wibi melamarnya, padahal saat itu sudah ada Setyawati, gadis hitam manis sesama guru yang mengisi hari-hari Wibi. Di saat ia harus memilih, rasa kesendirian dan kesepian Wibi yang dia alami sejak ditolak oleh keluarga kekasihnya, membuatnya memilih untuk menodai cinta…
Sebuah novel yang kaya. Haris del Hakim tak bisa dipungkiri adalah penulis baru yang berbakat. Novel ini tidak melulu bicara tentang cinta yang klise dan membosankan, tapi novel ini juga sarat dengan kritik sosial dan pesan-pesan penuh makna. Hakim menceritakan detik demi detik ceritanya dengan gaya bahasa deskriptif, cenderung puitis dan filosofis, namun tetap luwes. Penggambaran kejadian, latar tempat, latar waktu juga dilakukan dengan sangat detil, membuat kita bisa membayangkan apa yang ia bayangkan.
Selain kisah cinta segitiga, di novel ini banyak terdapat kritik sosial. Contohnya kepada para kiai yang dianggap munafik. “Kiai hanya penampilan dengan sorban di tengah kerumunan…” (Hal 49) Atau ke orang-orang yang ‘terpinggirkan’ dalam sejarah. “Apakah para pemilik nisan ini tidak berbuat apa-apa sehingga mereka tidak layak dikenal, sekadar di samping nama Sunan Drajat?” (hal 46). Selain itu ada juga kritik yang menyentil kebiasaan masyarakat yang menganggap di umur sekian sudah harus menikah, padahal menikah adalah hak masing-masing individu. Sebagai penulis, Hakim mempunyai banyak buah pikiran cemerlang yang ditatarkan secara rapi dalam novel ini.
Sayangnya, untuk novel yang berlatar belakang Jawa ini (kebanyakan Jawa Tengah dan Jawa Timur), referensi arti-arti kata dalam bahasa Jawa bisa dibilang sangat kurang. Bagi pembaca yang tidak mengerti bahasa Jawa, tentu hal ini merupakan hambatan. Selain itu akhir cerita cenderung tidak menggigit dan mengecewakan sehingga menjadi antiklimaks di dalam buku ini. Sayang sekali, padahal cerita awalnya sudah terbangun dengan kuat.
Dari kosakata dan gaya bahasa yang digunakan, tampaknya buku ini cenderung ditujukan untuk orang-orang dewasa, atau mungkin minimal mahasiswa. Buku ini sepertinya cocok untuk menemani para mahasiswa ‘kos-kosan’ yang sedang kesepian dan tidak ada kerjaan. Kata-kata bijak di dalamnya bisa memberikan inspirasi yang bagus. Tapi orang-orang yang sudah berumur (sudah menjadi orang tua) pun tak tabu membaca buku ini untuk sekedar hiburan.

*haha,, corny ngga sih????*

Like it? Share These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • Fark
  • Slashdot
  • Ma.gnolia
  • Netscape
  • blogmarks
  • Blue Dot
  • feedmelinks
  • Furl
  • Shadows
  • Spurl
  • Taggly
  • Simpy
  • MisterWong

No Responses to "Resensi - Kau Nodai Cintaku"

Comment Form

 

February 2006
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

  • sylv: I know, right? Personally I'll still prefer to have a digital camera handy, but having a good phone camera is so good for candid moments!
  • Oridusartic: 8 megapixel?? O___O whoaaa that's sickening!! *buang digital kamera lama ke tong sampah..* :D
  • sylv: BB, hehehehe! it's confidential! :P Anyway to give you some hints, it was about being thankful to have family, to have the opportunity to study, to b

About

Hi this is Sylvia Giacinta speaking. Born and raised in Indonesia, now living in Singapore. The age is too young to be disclosed. This blog will record my life and interesting findings. Hope you'll drop by again later. Enjoy.

Shout Me Babes



Free shoutbox @ ShoutMix
FireStats iconPowered by FireStats